Tampilkan postingan dengan label Paper. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Paper. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Januari 2022

About Stone Paper


Stone paper is a sheet like paper that does not use cellulose fibers as it main components like conventional papers. This paper technology is totally different from the paper-making technology that has been known now. It was found on the 21st century in China. Stone paper does not use water at all in its production process. It is made of inorganic mineral coming from calcite rocks; so that's why this paper is called 'rock paper' or 'stone paper'. Can you imagine how this paper is made? In principles, stone papermaking is started with the mixing fine powder of calcite rock with non-toxic resin, such as HDPE (high density polyethylene), as well as other additives, then melted at high temperatures and formed into a sheets like paper. The properties of stone paper are almost similar compared to conventional paper and even it have some advantages. This paper is claimed more environmentally friendly since it does not use plant fibers as raw material, no water involved in its' production process, can be recycled and produces low greenhouse gas emissions. 


Keywords:
CaCO3, calcite, composite, paper, rock paper, stone paper 

👩 LI

Senin, 23 Maret 2009

JENIS-JENIS KERTAS

Beraneka ragam jenis kertas yang dijumpai dalam kehidupan kita sehari-hari pada prinsipnya dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar yaitu kertas budaya dan kertas industri. Beberapa literature menambahkan satu kelompok lagi, yaitu kertas khusus (specialty papers) untuk jenis-jenis kertas dengan kekhususan tertentu baik dalam hal sifatnya maupun proses pembuatannya.

Kertas budaya adalah jenis-jenis kertas yang berhubungan dengan pelaksanaan kebudayaan manusia, misalnya untuk keperluan tulis dan cetak. Adakalanya kelompok jenis kertas ini dikenal dengan nama kertas tulis-cetak (printing and writing papers). Kertas-kertas yang termasuk ke dalam kelompok ini diantaranya adalah kertas HVS atau kertas tulis, kertas HVO atau kertas cetak, kertas koran, kertas fotokopi, kertas duplicator, kertas majalah, kertas bible atau kertas corona, kertas buku tulis sekolah, kulit buku tulid, kertas ijazah dan masih banyak lagi. Kelompok jenis kertas ini pada dasarnya dipergunakan untuk berbagai urusan tulis-menulis dan percetakan dalam rangka penyimpanan informasi (arsip) atau penyebaran informasi.

Kertas industri merupakan kelompok jenis kertas yang berhubungan dengan proses produksi di berbagai industri, baik yang dipergunakan sebagai salah satu bahan baku pada proses produksi atau digunakan sebagai bahan pendukung proses di industri, misalnya untuk keperluan pengemasan produk. Jenis kertas yang termasuk kedalam kelompok ini diantaranya adalah kertas lainer yang digunakan sebagai pelapis pada karton gelompang; kertas medium sebagai bagian bergelombang pada karton gelombang; kertas pembungkus (wrapping paper), kertas kantong semen (sack kraft paper), karton dupleks bersalut (coated duplex board), kertas payung atau samson kraft, berbagai jenis kertas tisu, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Sebagaimana telah disebutkan di atas, kelompok yang ketiga adalah kelompok kertas khusus yang merupakan kelompok jenis kertas baik kertas budaya maupun kertas industri yang memiliki kekhususan-kekhususan tertentu. Dalam kelompok jenis kertas ini termasuk jenis kertas sekuritas (security papers) yaitu jenis kertas khusus dengan pemberian fitur-fitur pengaman tertentu agar kertas tidak mudah dipalsukan. Biasanya jenis yang terakhir ini digunakan untuk keperluan pembuatan produk-produk kertas berharga seperti kertas uang (curency papers), kertas cek (bank note papers), dan kertas perangko.

Sifat kekhususan pada kertas khusus bisa bersumber dari bahan baku yang digunakan, seperti halnya kertas uang yang dibuat dari serat kapas; atau khusus dalam hal proses pembuatan kertasnya seperti kertas sigaret dengan kekhususan dalam proses penggilingan serat yang digunakan sebagai bahan baku; bisa juga dari bahan kimia aditif yang digunakan seperti kertas sigaret agar mudah terbakar ditambahkan bahan kimia tertentu; atau kekhususan pengaman seperti pemberian tanda air (water mark) pada kertas uang dan kertas sigaret. Dan tentunya masih banyak lagi kekhususan-kekhususan yang terdapat pada berbagai jenis kertas khusus lainnya seperti kertas gkassin, kertas tahan minyak, kertas tanpa karbon (no-carbon required papers), kertas thermal (thermal papers).
Ternyata banyak juga jenis kertas yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari kita. Silakan Anda buat daftar, jenis kertas apa saja yang Anda sudah gunakan selama ini!

Senin, 16 Maret 2009

Ancient Papermaking

Tidak ada waktu yang jelas kapan diciptakannya tulisan, namun diketahui bahwa bangsa Babilonia dan Mesir huruf alphabet sebelum 4000 SM. Media yang digunakan untuk menulis adalah batu, logam, kayu, ivory, daun dan kulit kayu. Beberapa media tersebut diberi perlakuan terlebih dahulu sebelum digunakan. Penulis menorehkan tulisannya pada tanah liat yang lunak kemudian membakarnya untuk mendapatkan tulisan yang lebih permanen. Bangsa Mesir menulis di atas permukaan datar daun palma. Bangsa Syracuse menulis di atas daun olive. Sementara itu bagian dalam kulit kayu yang halus juga digunakan sebagai media tulis. Dan ternyata, kata “buku” dalam Bahasa Latin, “liber” berasal dari kata “inner bark” (bagian dalam kulit kayu yang halus). Kata “book” berasal dari Bahasa Anglo-Saxon.

Untuk mendapatkan permukaan yang lebih baik, orang menggunakan kulit dan perkamen dari kulit kambing dan domba yang telah direndam dan dikerik. Untuk itu dibalurkan di atasnya suatu bahan yang dapat membuat permukaannya menjadi lebih menarik.

Penggunaan kulit kayu, daun dan kulit sebagai media tulis merupakan peningkatan yang besar dibandingkan dengan batu atau tanah liat. Di Mesir ditemukan penggunaan papyrus yang proses pembuatannya hampir menyerupai proses pembuatan kertas. Papyrus selanjutnya tidak saja diubah menjadi kertas, tetapi juga menjadi karpet (mats), pakaian (cloth), cords, dan bahkan kapal (boat). Batang tanaman papyrus dipotong menjadi jalur yang panjang dan diletakkan di atas papan secara bersisian. Lapisan berikutnya diletakkan di atasnya pada arah yang menyilang kemudian dibasahi untuk mengembangkan perekat alami dari jaringan. Lembaran yang tersusun kemudian dipukul-pukul , dikeringkan menggunakan sinar matahari, dan dilicinkan. Lembaran seringkali digabung bersama-sama membentuk gulungan sepanjang 2250 cm.

Pembuatan kertas, dalam arti yang sebenarnya, dimulai di Cina pada 10 M. Disini kertas dibuat dari serat yang didisintegrasikan; bukan dari bahan alam dalam bentuk aslinya yang diberi perlakuan seperti halnya papyrus. Ts’ai Lun, seorang pegawai Kerajaan Cina, menciptakan lembaran kertas menggunakan mulbery, fish nets, kain bekas, dan limbah hemp. Kaisar Ho Ti memberikan penghargaan kepada Ts’ai Lun untuk jasanya tersebut. Walaupun bukti sejarah tidak begitu jelas, nampaknya bangsa Meksiko telah beberapa ratus tahun menggunakan kulit kayu pohon fig untuk membuat kertas yang mereka beri perlakuan dengan cairan kapur untuk menghilangkan pitch

Pada 751 M seni telah mencapai Samarkand (dekat India Utara).Tentara Islam di Samarkand mengadaptasi teknik Cina dalam membuat kertas. Tahun 793 M kertas dibuat di Bagdad. Saat itu adalah ketika Harun Al Rasyid menandai dimulainya masa keemasan budaya Islam. Melalui perdagangan, Eropa mulai diperkenalkan dengan kertas berkualitas dari Timur Tengah.
Perkembangan mesin kertas di Eropa dimulai tahun 1100-an ketika Moors, bangsa Arab Islam di Afrika Barat Laut, memindahkan pabrik kertas yang semula berada di Afrika ke Xativa, Valencia, dan di kota Toledo. Selanjutnya diikuti dengan Italy pada tahun 1276, Jerman tahun 1320, Austria 1498, Perancis, Belanda dan Rusia pada abad ke-16 dan Inggris, Denmark, Norwegia dan Amerika pada abad ke-17.

Sampai abad ke-19, kertas hanya dapat dibuat dari kapas, linen dan kain bekas dari flax. Pada abad ke-17 terjadi kesulitan peredaran kain bekas. Tahun 1666 Inggris melarang penggunaan bahan kapas dan linen. Sampai seabad kemudian, selama perang revolusi Amerika, kelangkaan kertas mencapai puncaknya sampai-sampai kertas yang sobek pun diupayakan untuk disambung agar dapat digunakan kembali, dan para pembuat kertas saat itu dibebaskan dari wajib militer.
Kendala utama lainnya saat itu adalah masalah teknologi dimana membuat kertas merupakan pekerjaan yang memakan waktu lama, lambat dengan jumlah produksi yang sangat rendah. Suatu ketika pada abad ke-19 terjadi perkembangan sangat pesat yang memutar balik secara drastis industri kertas sehingga menjadi suatu industri raksasa seperti yang ada saat ini.